• Beranda
  • About
    • About Me
    • Contact Me
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Sitemap
  • Kelas 5
    • Tema 2
    • Tema 6
    • Tema 7
  • Cerita Yuniza
  • Tulisan Yuniza
facebook-f twitter instagram

Yuniza


Akibat pemberlakuan ini banyak pihak yang tidak diuntungkan. Terjadi gejolak ketika PSBB diperlakukan, ada yang pro dan ada yang kontra. Pegawai kantoran pun dianjurkan untuk bekerja dari rumah, sehingga tidak ada yang berkerumun. Terutama yang menggunakan fasilitas umum untuk pergi kekantor sepreti kereta api, bus transjakarta dan lain-lain.


Semua aktifitas masyarakat dibatasi, acara-acara menimbulkan kerumunan pun dibatasi. Baik dari tingkat RT sampai kota, seperti arisan, pengajian, pernikahan dan yang lainnya. Bidang pendidikan pun secara otomatis mengikuti kebijakan ini dengan belajar secara online.


Permasalahan pun muncul akibat dari pembatasan aktivitas diberbagai sector kehidupan. Kita dipaksa untuk hidup tidak seperti biasanya, misalkan saja kita tidak boleh berkurumun. Padahal disana banyak hal yang dapat kita ambil faedahnya, misalkan dengan berkerumun kita jadi mengenal satu sama lain, berinteraksi, bersoialisasi dan lain-lain. Kehidupan pun berubah menjadi 180º.


Yang awalnya kita bekerja dikantor sekarang harus dirumah, yang tadinya sholat berjamaah di masjid sekarang sholat berjamaah di rumah, yang tadinya bisa liburan ke tempat wisata sekarang dibatasi.


Dampak dari pandemic covid-19 disegala aspek kehidupan baik secara ekonomi,, kesehatan, social budaya, pendidikan dan yang lainnya berdampak positif maupun negatif. Dibidang ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian.


Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus ini menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02 persen pada periode yang sama 2019 lalu. Banyak perusahaan kecil maupun besar terdampak yang mengakibatkan pendapatan berkurang, pemutusan tenaga kerja dan lain-lain.


Misalkan saja dapat kita lihat  mall, swalayan, restoran, café dan lainnya mengalami penurunan omset dagangannya dikarenakan pengunjung yang berkurang akibat dari pandemic covid-19 dengan dibatasinya aktivitas masyarakat (social distance). Akibatnya perusahaan harus melakukan efisinensi yang berdampak pada pemangkasan sampai pengurangan tenaga kerja (PHK). 


Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Total ada 1.010.579 orang pekerja yang terkena dampak ini. Rinciannya, 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan 137.489 pekerja di-PHK dari 
22.753 perusahaan. ( tim riset SMERU)


Dibidang kesehatan juga mengalami dampak dari pandemi covid-19 baik positif maupun negative. Dampak negatif yang dialami diantaranya meningkatnya penderita yang terinfeksi, rumah sakit yang tidak mampu menampung lagi, tenaga medis yang rawan tertular, masyarakat yang takut kerumah sakit, penderita covid-19 yang depressi, stigma negative tenaga kesehatan.


Perkembangan pandemi COVID-19 terjadi begitu cepat, penularannya meluas dari daerah satu ke daerah yang lain bahkan ke berbagai negara dalam waktu singkat. Dengan penularannya yang cepat secara otomatis pasien yang terinfeksi pun bertambah. Hal ini menyebabkan beberapa rumah sakit kewalahan menerima pasien tersebut, yang mengakibatkan rumah sakit- rumah sakit tidak mampu menampung lagi.


Sehingga masyarakat mengeluhkan tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal. Hal ini yang dari awal dikhawatirkan jika terjadi lonjakan pasien yang terinfeksi secara drastis dengan waktu yang cepat, rumah sakit tidak mampu menampung pasien. Sehingga diperlukan penanganan dengan memperlambat laju penularannya salah satunya dengan social distance.


Garda terdepan dalam melawan covid-19 ini adalah para nakes (tenaga kesehatan). Karena mereka secara langsung berhadapan dengan pasien yang terinfeksi, yang kemungkinan terbesarnya adalah mereka juga tertular.


Jika nakes banyak yang terinfeksi maka secara otomatis yang melayani masyarakat dibidang kesehatan berkurang bahkan tidak ada lagi. Hal ini juga telah membuat para nakes mengalami depressi dengan resiko tertular tinggi dan beban kerja yang berat menghadapi pandemi ini. Selain itu jumlah rekan nakes yang terkena covid-19 pun berjatuhan, walaupun mereka sudah melakukan prokes (protocol kesehatan) dengan ketat. Factor psikologis dan kelelahan juga mendorong cepatnya tertularnya virus ini.


Maka dari itu mereka memerlukan dukungan dari kita dengan memberikan apresiasi dan semangat bukan dengan mencela mereka. Selain di tempat kerja mereka juga harus menjaga keluarganya agar tidak tertular. Dengan tidak bertemu sementara dengan keluarganya. Perjuangan mereka luar biasa, hingga rela mengorbankan kebersamaan dengan keluarganya bahkan nyawanya. 


Pasien yang terkena covid-19 juga mengalami depressi akibat dari virus yang menjangkitinya. Hal ini disebabkan belum ditemukannya obat yang dapat menyembuhkan secara cepat. Terlebih bagi penderita yang mengalami penyakit berat maupun penyakit bawaan seperti jantung, diabetes, asma, paru-paru, kancer dan lain-lain.


Selain itu juga mereka merasa kesepian tidak ada yang menunggunya dikarenakan mereka harus diisolasi, sehingga tidak ada dukungan moril dari keluarga secara langsung bisa bertemu. Hal lain yang membuat mereka depresi adalah penyesalan diri karena tidak mematuhi protokol kesehatan dengan benar. Akibat terinveksi virus ini pun membuat mereka merasa tidak percaya diri karena stigma penyakit ini adalah aib.


Sehingga ada juga yang tidak sabar dan ingin mengakhiri hidupnya. Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa untuk melawan virus ini adalah dengan daya tahan tubuh kita yang kuat. Misalkan dengan banyak makan buah dan sayur, mengkonsumsi suplemen, dan tidak stress. Jika kita sudah stress duluan maka virus dengan mudah akan mengalahkan imun kita.


Selain pasien covid-19, pasien yang mempunyai riwayat penyakit yang berat pun merasa takut dan cemas datang kerumah sakit, karena takut tertular. Pasien non-COVID-19 misalnya saja pasien lanjut usia, pasien dengan penyakit kronik seperti pasien diabetes militus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, autoimun, hemodialusis (cuci darah). Mereka takut pergi ke rumah sakit untuk control tiap bulan dikarenakan takut terlular COVID-19. Dengan mereka tidak control tiap bulan membuat penyakitnya tidak terkontrol dan menimbulkan keluhan-keluhan lain. Hal ini akan memper parah penyakit yang dideritanya.


Tidak hanya dampak negatif saja melainkan juga dampak positif yang di dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda dibidang kesehatan. Diantaranya adalah masyarakat lebih peduli, nakes lebih waspada, kehidupan nakes jadi lebih teratur, kehidupan masyarakat yang senang berolahraga, para ilmuwan terpacu. Dengan adanya COVID-19 yang melanda negeri kita membuat kita bisa melihat perbedaan sebelum virus dating dan ketika datang.


Kita jadi lebih peduli dengan kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan. Yang tadinya jarang cuci tangan setelah memegang benda maupun ketika kembali dari luar rumah. Sekarang kita melakukan kegiatan cuci tangan dengan sabun setiap hari, dan itu memberikan dampak yang luar biasa. Kemudian juga kita mematuhi protokol kesehatan misalkan dengan memakai masker ketika keluar rumah. 


Dengan adanya pandemi ini masyarakat menyadari pentingnya berolahraga untuk menjaga stamina tubuh. Banyak kita jumpai para bikers atau pesepeda berlalu lalang, pejalan kaki , jogging dan lainnya. Waktu berkumpul dengan keluarga pun lebih banyak sehingga menambah keharmonisan keluarga. 


Di kalangan nakes pun terjadi perubahan, yaitu dengan kecurigaan diantara nakes membuat mereka lebih waspada dan memproteksi diri mereka dengan lebih baik. Selain itu jam kerja nakes yang biasa pulang sampai malam dengan pembatasan jam kerja membuat mereka lebih banyak waktu untuk istirahat, makan teratur, dan dapat berolahraga.


Tak hanya bidang ekonomi dan bidang kesehatan yang terdampak COVID-19. Bidang pendidikan pun tak kalah fatal terkena dampaknya. Kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara jarak jauh atau sering disebut dengan daring (dalam jaringan). Dengan diberlakukannya PSBB secara otomatis anak-anak tidak belajar disekolah melainkan belajar dirumah dengan menggunakan jaringan atau internet. Kegiatan belajar mengajarpun dilakukan secara online yang mana baik murid maupun guru harus menggunakan jaringan. Hal ini menimbulkan beberapa permasalahan. 


Bukan hanya kesiapan yang masih perlu dibenahi dari pembelajaran jarak jauh ini, banyak kalangan yang ternyata tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar jarak jauh karena terbatasnya kemampuan masyarakat, misalnya banyak yang tidak memiliki perangakat yang menunjang pembelajaran jarak jauh. Dari pemberlakuan system belajar jarak jauh ini menimbulkan beberapa kontra dikalangan masyarakat, baik dari pihak siswa baik dari tingkat TK sampai perguruan tinggi/perkuliahan, orang tua atau wali, hingga tenaga pendidik.


Masyarakat sebagai Orang tua atau wali murid mengeluhkan dengan system pembelajaran ini. Yang terdampak dari pandemi ini adalah masyarakat dikalangan menegah atas maupun menengah bawah. Dampak dari pandemi COVID-19 bagi masyarakat kalangan menengah kebawah diantaranya bidang ekonomi, pendidikan, dan juga psikologis. 


Misalkan dampak ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), menurunnya pelanggan dan lain-lain mempengaruhi pendapatan ekonomi keluarga sehingga untuk pendidikan anaknya pun terhambat, misalkan dalam hal pembayaran uang sekolah.
Karena seperti yang kita tahu, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menerapkan metode online atau daring yang memerlukan jaringan internet. Sedangkan kuota yang digunakan untuk mengakses internet tersebut harus dibeli dengan biayanya yang tergolong masih tinggi untuk beberapa anak. Selain itu, perlengkapan elektronik, bahkan orang tua mereka pun sampai mati-matian berusaha mencari dana demi anaknya bisa belajar.


Ditambah lagi dengan system pembelajaran jarak jauh ini mereka harus menggunakan jaringan internet yang tidak sedikit dan peralatan elektronik yang mendukung pembelajaran system ini,  seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya. Tidak semua siswa memiliki fasilitas itu sehingga orang tua / wali dari siswa tersebut harus mencari sumber pemasukan untuk kebutuhan keluarganya, khususnya untuk pendidikan anaknya. Untuk memenuhi hal ini terkadang orang tua harus menghalalkan segala cara misalkan harus berhutang untuk membeli hp bahkan harus mencuri. Hal ini sangat disayangkan terjadi. 


Dengan adanya kasus ini beberapa lembaga sosial seperti lembaga soisal yang mengelola zakat, infaq, shodaqoh melakukan program untuk meringankan beban keluarga yang terdampak pandemi COVID-19 salah satunya berkaitan dengan pendidikan. Salah satu lembaga melakukan program ini yaitu BAZNAS (Badan Amal dan Zakat Nasional). 


BAZNAS Jabar berupaya terus untuk membantu masyarakat, salah satunya adalah dengan membuat kampanye "BANTU PELAJAR KURANG MAMPU UNTUK BELAJAR DARING" dalam rangka menggalang dana demi membantu para pelajar yang tidak mampu untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Salah satu yang menerima manfaat program ini adalah Romlah ibu dari Malik yang merupakan anak yatim diusia 10 tahun.


Dengan bantuan ini Malik bisa membeli Hp untuk digunakan dalam pembelajaran jarak jauh ini. Romlah sangat bersyukur dan berterima kasih dengan bantuan ini karena ia tidak bisa memberikan fasilitas seperti Hp untuk pembelajaran jarak jauh. Masih ada lembaga sosial lainnya yang juga melakukan program yang sama.


Selain dampak ekonomi dikalangan masyarakat ekonomi, dampak secara psikologis juga dirasakan. Dengan pembelajaran jarak jauh yang mengharuskan anak-anak belajar dirumah membuat system belajar yang berubah. Dimana saat pembelajaran offline atau tatap muka anak-anak lebih dominan yang mengajari adalah guru, sebaliknya pada pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online peran orang tua sangat dominan dalam mengajari anaknya.

Tentu hal ini sangatlah membuat orang tua kesulitan. Selain mereka harus mengurus rumah tangga mereka juga harus mengajari anaknya belajar. Materi yang harus mereka ajarkan kepada anaknya pun kebanyakan belum dikuasai. Banyak orang tua yang mengeluhkan sulitnya mengajarkan anaknya,  “lebih baik belajar dengan gurunya saja”. Hal itu terjadi karena terkadang anak tidak paham-paham saat dijelaskan oleh ibunya, sehingga membuat suasana belajar tidak nyaman dengan ibu yang sering tidak sabar dan marah-marah kepada anaknya.


Selain dari masyarakat kalangan menegah kebawah, permasalahan akibat musibah ini juga terjadi dikalangan masyarakat kalangan menengah atas. terutama dampak psikologis, terlebih pada orang tua yang bekerja. Khususnya seorang ibu karena PJJ menambah tugas ibu. Ibu harus mengajari atau minimal memantau anaknya di jam-jam yang sudah ditentukan sekolah, bebarengan dengan tugasnya dikantor. Hal ini terkadang membuat orang tua yang bekerja diluar harus ekstra untuk mendampingi anaknya belajar dirumah dengan memantaunya.


Beberapa orang tua terutama seorang ibu mengeluhkan tidak bisa mengajari anaknya secara maksimal dengan bertatap muka, karena ibu tidak bisa mengecek secara langsung hasil belajar mandiri anaknya. Dimana tugas-tugas anak harus dikumpulkan sesuai dengan jadwal disekolah. Untuk itu ada orang tua/wali yang meminta kepada guru agar pengumpulan tugas anaknya setelah si ibu pulang dari kantor. 


Hal ini mau tidak mau dilakukan agar orang tua/wali bisa memantau perkembangan belajar anaknya, meskipun harus mengorbankan waktu dengan membagi pikiran dan tenaga dengan urusan kantor. Ini merupakan salah satu cara agar pembelajaran dari rumah dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan pembelajaran yang bagus. Kesabaran orangtua, menjadi modal utama agar anak tetap semangat belajar dan senang belajar walaupun ibunya bekerja diluar rumah. Mau tidak mau cara ini dilakukan orang tua/wali terutama seorang ibu, dimana pandemi ini tidak tahu sampai kapan akan berakhir.


Dengan munculnya permasalahan yang dihadapi orang tua terhadap pembelajaran jarak jauh ini ada beberapa “Tips mengurangi stress”. 

  1. Orang tua melakukan Managing Expectation (pengelolaan harapan) kepada anak agar tercapai keseimbangan antara PJJ dan target sekolah. Seperti, merencanakan target belajar anak, menekankan tentang tanggung jawab anak terhadap tugasnya, tetap mempertahankan ritual kegiatan normal yang sama seperti biasanya. Mengasah lifeskill dengan membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, menjemur, berkebun dan lai-lain, yang dilakukan dengan gembira.
  2. Orang tua sebagai tutor harus lebih sabar, gembira, aktif, dan kreatif, mempelajari kekuatan dan kelemahan anak dalam proses belajar, serta menggunakan aplikasi agar anak tertarik daripada metode belajar konvensional, seperti di sekolah. 
  3. Menstimulus anak agar melakukan sesuatu yang mampu mengasah kemampuannya seperti menggambar dengan aplikasi, belajar menulis cerita baik dibuku tulis maupun mengenalkannya dengan dunia digital misalkan dengan menulis di blog. Mengasah keterampilan menghafalnya dengan metode satu hari satu ayat sehingga menambah hafalan qur’annya.
  4. Apabila orangtua kurang paham dengan tugas-tugas anak, mintalah bantuan keluarga, bertanya kepada guru atau orang lain.
  5. Membiarkan anak tetap berinteraksi dengan temannya (bisa melalui video call, aplikasi lainnya). Dengan begini anak tetap bisa bersoisalisasi dan dapat bercerita dengan teman sebayanya.
  6. Orang tua juga memberi jeda waktu anak untuk bermain dan melakukan hal yang disukainya. Walaupun mereka tidak diperbolehkan main diluar rumah tetapi mereka bisa bermain dengan saudaranya di depan rumah, berjemur dan lainnya.


Dengan beberapa tips diatas diharapkan permasalahan orang tua dapat berkurang dan orang tua bahagia mendampingi anaknya belajar. Dimana tugas utama mendidik anak adalah kewajiban orang tua. Seperti yang tertuang di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”


Ini bermakna kewajiban orang tua terhadap anak adalah hal yang utama untuk mengajarkan kebaikan serta memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Baik dari mendidik dalam Islam namun juga duniawi. Selain itu ketika mendidik anakpun dengan kasih saying tidak memarahinya. Anjuran untuk mendidik anak dengan kasih sayang tertuang di dalam QS At Taghaabun 64:14-15


Ayat 14 : “ wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan santuni serta ampuni mereka, sungguh Allah Maha penyayang.”

Ayat 15 : “ Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu dan di sisi Allah pahala yang besar.”
antara lain menyerukan kepada orang mukmin, agar memaafkan serta tidak memarahi dan juga mengampuni anak-anak dan bersabar ketika menghadapi kenakalan anak-anak, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dengan mengetahui bahwa berlaku kasih sayang terhadap mendidik anak adalah kewajiban dan diatur dalam kitab suci Al Qur’an dan Allah sangat perhatian terhadap hal ini, selain itu kewajiban sebagai orang tua pun ada didalam hadist Rasulullah. 


Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimin dalam rumah tagga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR. Bukhari juz 1, hal. 215).


Dalam hadits ini, kewajiban orang tua terhadap anak dalam merawat dan memberikan kasih sayang adalah hal yang patut dilakukan sesuai anjuran Rasulullah SAW.


Dengan adanya wabah ini membuat kita melihat kebelakang bahwa selama ini tanggung jawab mendidik anak terabaikan dan tidak menjadi perhatian utama, kita terkadang hanya menyerahkan pendidikan kepada sekolah saja. Dengan harus menangani sendiri anaknya membuat kita sadar bahwa mendidik anak itu berat dan butuh perhatian yang khusus. Anak tidak hanya terpenuhi secara ekonomi melainkan secara psikologis misalkan kedekatan dengan orang tuanya.  

Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Tidak terasa Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama delapan bulan. Meski tidak bisa digeneralisasi, pandemi bisa memberikan efek pada masyarakat, termasuk anak-anak. Dengan diterapkannya sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Indonesia, pola belajar anakpun berubah. Yang tadinya mereka belajar disekolah dan bertatap muka dengan guru dan teman-temannya sekarang berbeda. Mereka tidak lagi bisa belajar kesekolah bertemu dengan guru dan teman-temannya, bermain bersama, bercanda dan yang lainnya.



Dengan diberlakukannya PSBB secara otomatis mereka belajar dirumah secara mandiri dan dibantu oleh orang tuanya. Perubahan ini membawa mereka untuk menyesuaikan dengan system pembelajaran yang berbeda dengan biasanya.


Pembelajaran Jarak Jauh mengharuskan mereka mempelajari ilmu teknologi secara umum, misalkan mereka harus menggunakan Hp atau laptop untuk zoom meeting yang belum pernah mereka lakukan, bahkan mereka baru kenal aplikasi ini sejak pandemic melanda.


Dengan pemerintah memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh, mau tidak mau negara kita dipicu untuk mentransformasikan pendidikan kita lebih cepat. Sistem PJJ yang berbasis teknologi tentu mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua agar cakap teknologi. Hal ini memicu percepatan transformasi teknologi pendidikan. Perubahan ini berdampak positif karena penggunaan teknologi dalam pendidikan selaras dengan era Revolusi Industri 4.0 yang terus bergerak maju. Apa itu era Revolusi Industri 4.0?

Era Revolusi Industri 4.0 menurut beberapa ahli diantaranya :

1. Menurut Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014) revolusi industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional.

2. Menurut Schlechtendahl dkk (2015) pengertian revolusi industri menekankan kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yakni lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu dengan yang lain.


Sehingga, revolusi industri 4.0 adalah era industri di mana seluruh entitas yang ada di dalamnya dapat saling berkomunikasi secara real time kapan saja dengan berlandaskan pemanfaatan teknologi internet dan CPS guna mencapai tujuan tercapainya kreasi nilai baru. Adapun, bidang-bidang yang mengalami terobosan dengan munculnya teknologi baru:

  • Robot kecerdasan buatan
  • Teknologi nano
  • Bioteknologi
  • Teknologi komputer kuantum
  • Blockchain (seperti bitcoin)
  • Teknologi berbasis internet, 
  • Printer 3D.

Di Indonesia saat ini ada lima tulang punggung industri dalam menjalankan revolusi industri 4.0, yakni (1) makanan dan minuman, (2) tekstil, (3) otomotif, (4) elektronik, dan (5) kimia. Dengan adanya pandemi COVID-19 mau tidak mau bidang pendidikan pun melakukan percepatan dengan menggunakan teknologi berbasis internet.



Dengan penguasaan teknologi siswa mau tak mau belajar beberapa aplikasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain itu dengan fasilitas yang mendukung yaitu Hp dan Laptop mereka bisa mengakses dunia maya secara luas.


Yang awalnya mereka hanya menggunakan hp untuk main game online sekarang mereka bisa menggunakan hp untuk mengembangkan pengetahuan mereka, walaupun tidak semua siswa yang memanfaatkan secara positif. Tidak semua pelajar memiliki Handphone untuk melakukan belajar online.


Misalkan saja murid SDN Kedaung Wetan 2 di Kecamatan Neglasaroi, Kota Tangerang, tidak memiliki handphone. Padahal pada masa pandemi Covid-19 ini mereka harus belajar secara online. Suherni, guru kelas 6 SDN Kedaung Wetan, mengatakan sekitar 50 persen murid di sekolahnya tidak memiliki gadget. Menurutnya orang tua murid di sekolah ini berasal dari kalangan tak mampu. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Suherni menyebut untuk mengantisipasi masalah ini, dirinya memperbolehkan siswa ke rumah. Langkah ini diambil agar anak tetap bisa belajar. 


Selain itu jaringan internet juga mempengaruhi proses belajar daring atau PJJ. Sebanyak 9,25% dari seluruh siswa TK, SD dan SMP di Kota Bandung masih kesulitan mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Karena terkendala jaringan internet. Data tersebut didapat dari hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kota Bandung selama penyelenggaraan PJJ tahap pertama pada Maret-Juni 2020. Kondisi didesa dan dikota sangatlah berbeda, terkait dengan akses internet dan kondisi alamnya.


Dengan jarak yang ditempuh dari rumah kesekolah yang lumayan jauh, membuat para guru berinisiatif untuk memberikan LK selama satu minggu dan menambah skillife mereka dengan membantu pekerjaan orang tuanya, misalkan membantu ayahnya di sawah, di ladang, menggembala hewan ternak, maupun membantu ibunya didapur.


Hal tersebut dilakukan agar mereka berempati kepada kedua orang tuanya.
Beberapa pakar psikolog memaparkan bahwa "Efek pandemi pada anak dalam jangka panjang ialah mengakibatkan perubahan, misalnya, biasanya mereka sekolah dan bertemu temannya, namun sekarang di rumah dan tidak bertemu orang, tetapi efeknya tidak bisa digeneralisasi," kata psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (9/11).


Menurut Ratih, setiap orang, termasuk anak, memiliki kemampuan yang berbeda saat beradaptasi di setiap situasi. Kendati demikian, ia mengakui efek terburuknya adalah anak bisa menjadi stres, emosi yang naik-turun, mengalami kebosanan tingkat tinggi, atau bisa jadi malas ke sekolah lagi karena telah terbiasa di rumah. Oleh karena itu, Ratih mengingatkan bahwa kunci menghadapi pandemi ini adalah orang tua bersikap seperti biasa, seperti saat buah hati akan pergi ke sekolah di pagi hari. Aktivitas dilakukan sejak pagi hari dan manajemen waktu harus dijaga.



Selain itu pakar psikologi lainnya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini juga berdampak pada diri siswa itu sendiri, yaitu terhadap keadaan jiwa atau psikologinya. Keharusan akan penyesuaian akademis, pembatasan sosial, dapat menimbulkan perasaan negatif. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti berbicara dalam sebuah acara KPAI di Jakarta, Senin (29/6/2020) bahwa 


Banyak siswa yang stres hingga putus sekolah selama mengikuti PJJ daring. Ia juga berkata, “Banyak siswa stres hingga putus sekolah selama ikuti PJJ daring”.
KPAI khawatir dampak pembelajaran jarak jauh saat pandemic Covid-19 terhadap mental anak, menurut Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti, anak yang terisolasi dan harus mengikuti PJJ selama berbulan-bulan karena pandemic Covid-19, menghadapi resiko mental.


Anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar gadget untuk mengerjakan tugas dan mengakses internet. Akibat yang ditimbulkan ketika anak terlalu lama dengan gadget diantaranya, mata mudah lelah, mata menjadi merah, bahkan ada juga yang bertambah minusnya.


Teknologi internet memudahkan komunikasi. Tapi di sisi lain juga berdampak negatif bagi perkembangan anak misalkan saja dengan mengakses internet yang bebas akan terbuka ruang gelap tempat predator seksual, hoaks, dan pornografi. Oleh karena itu kita sebagai orang tua juga harus menjaga putra putri kita dari kejahatan dunia maya. Selalu mendampingi dan memberikan pemahaman akan bahaya kejahatan didunia maya, sehingga anak-anak hanya mengakses apa yang mereka butuhkan saja. 


Dampak lain anak rentan mengalami gangguan kesehatan karena penggunaan peralatan daring yang berlebihan, misalkan saja gangguan penglihatan, kurangnya istirahat demi mengerjakan tugas. Pembelajaran Jarak Jauh secara daring juga meninggalkan permasalahan di keluarga ekonomi menengah kebawah dimana anaknya tidak bisa mengikuti pembelajaran daring dan terancam putus sekolah. Hal ini terjadi karena orang tuanya tidak sanggup untuk membiayai anaknya sekolah. 


Akibatnya rentan mengalami eksploitasi, yaitu ketika anak memilih berhenti sekolah akhirnya diminta orangtuanya bekerja/menikah. Dampak terakhir rentan mengalami berbagai kekerasan. Banyak cerita bahkan ada yang memutar video bagaimana susahnya orang tua mengajarkan anaknya materi yang diberikan oleh guru, sehingga terkadang orang tua tidak sabar dan memarahi anaknya. Akibatnya anak merasa tidak nyaman belajar bersama orang tuanya, sehingga proses belajar mengajar terhambat dan anak lebih suka bila diajarkan oleh gurunya disekolah.


Dikutip dari medcom.id memaparkan bahwa menurut survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 1.700 siswa selama pembelajaran jarak jauh, dalam empat minggu pertama saja sudah ditemukan banyak siswa yang tidak senang dengan proses belajar online. KPAI menyebutkan presentase siswa yang tidak senang belajar di rumah sebanyak 76,7 persen dan 23,3 persen menyatakan senang dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah.


Tingginya prosentase anak yang tidak suka belajar dirumah menggambarkan bahwa anak lebih senang belajar disekolah dengan gurunya. Pada dasarnya guru hadir pada diri murid untuk mendidik moral, etika, integritas, dan karakter.


Dampak lain yang ditimbulkan lainnya adalah dengan belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi siswa. Hal itu disebabkan dengan banyaknya tugas-tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru, sehingga malas untuk mengerjakan. Selain itu siswa juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai.


Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan sosial media lainnya karena menurut mereka lebih asyik dibandingkan dengan belajar. Akibatnya muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan dan juga sulitnya berkonsentrasi ketika belajar karena godaan sosial media, terlebih ketika guru malah sering memberikan banyak tugas yang membuat siswa semakin bosan dan stress ketika belajar.


Selain permasalahan lain yang timbul berkaitan dengan pandemic COVID-19 adalah gizi anak malnutrisi dan obesitas. Lebih dari 2 juta anak mengalami malnutrisi, hal tersebut dikarenakan pendapatan orang tua yang menurun sehingga mempengaruhi asupan gizinya. Sedangkan dan 2 juta anak lainnya mengalami obesitas.


Karena terus berada di rumah dan tidak keluar rumah membuat sebagian anak senang ngemil sehingga berat badannya meningkat bahkan mengalami obesitas. Tingkat obesitas pada anak juga diperkirakan naik seiring meningkatnya konsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Pemerintah hendaknya mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat selama pandemi. Sehingga kesehatan keluarga terjaga.


Curhatan anak-anak yang kangen dengan sekolah. “Walau di rumah sering bertemu dengan keluarga, ayah ibu dan adik-adik, namun tetap saja ada rasa rindu dengan sekolah. Rindu akan suasana sekolah, rindu dengan teman-teman, rindu dengan guru, linkungan sekolah, kantin, kelas, maupun dengan lapangan yang menjadi tempat full bermain ku.


Di lapangan itulah aku jadi terhibur dan selalu bersemangat berangkat kesekolah dengan permainan bola yang sering ku mainkan saat jam istirahat maupun saat jam pulang bersama teman-temanku. Dengan bermain bola di kelas aku menjadi lebih bersemangat dan antusias mengikuti pembelajaran dibandingkan dengan belajar jarak jauh seperti sekarang ini."


Di tambah lagi teman-teman sebaya ku dan teman sepermainan ku yang selalu ada di kelas itu, yang menjadi teman mengobrol dan juga teman belajar serta teman bermainku. Rasa bosan di kelas serasa tidak ada di diri kami, karena selalu ada waktu untuk bermain, bersenda gurau dan belajar bersama dengan teman-teman dikelas.


Terlebih di sela-sela waktu belajar atau istirahat kami menyempatkan diri untuk bermain atau mengobrol. Paling sering di kelas kami bermain kartu gibas, kartu uno dan lain-lain. Permainan itu dapat menghilangkan rasa bosan dan malas kami. Mendengar celotehan dan tertawa mereka yang terbahak-bahak.


Sampai detik ini kami masih belajar dirumah, maka kenangan indah itu hanya tersimpan dan terngiang di kepala saja. Kami anak-anak sekolahan, yang diawal pandemic mendapat kabar bahwa kegiatan belajar mengajar di lakukan di rumah, merasa senang sekali. Tapi hal itu tidaklah lama, seminggu berlalu, rasa kangen dan bosan mulai terasa di benak kami. Keinginan bertemu dengan teman-teman dan suasana sekolah sangat membuncah didada kami, kapankah pandemic ini kan berakhir?”
Itulah sekelumit curhatan hati seorang anak yang merindukan sekolahnya.


Dampak yang diakibatkan pandemic COVID-19 tidak hanya negatif saja melainkan ada dampak positif bagi anak-anak. Salah satunya adalah Menambah wawasan dalam penggunaan teknologi. Teknologi pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan.


Hal ini juga sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatakan bahwa “Proses kegiatan belajar mengajar harus dilakukan melalui pembelajaran daring atau jarak jauh (Berdasarkan SE No. 4 Tahun 2020 tentang kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19)”.


Hal positif yang dapat diambil dari pandemic ini adalah pendidikan di Indonesia mulai bereksperimen dengan menciptakan beberapa teknologi pendidikan yang menunjang pembelajaran serta turut aktif mengikuti revolusi industri 4.0.


Misalkan dengan menciptakan teknologi pendidikan dengan berbagai macam model mulai dari aplikasi, website, podcast, class room dan lainnya demi menciptakan keadaan efisien untuk generasi muda/millenial saat belajar mandiri. 


Dengan teknologi pendidikan ini anak-anak dapat mengetahui bagaimana mengoperasikan beberapa aplikasi seperti google classroom, zoom meeting, google meet dan lain-lain. Selain itu anak-anak yang cenderung dengan IT bertambah lagi wawasannya dengan teknologi. Misalkan mereka bisa membuat video yang nantinya diupload di youtube, menulis dengan menggunkan blog dan kemampuan lainnya yang dimiliki anak terkait dengan teknologi.


Dampak positif lainnya yaitu banyaknya situs belajar online yang dapat di akses oleh siswa. Percepatan transformasi teknologi pendidikan yang disebabkan pandemi COVID-19 membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung PJJ. Aplikasi belajar online membuat belajar #DariRumahAja# tetap dapat dilakukan dengan efektif. Aplikasi-aplikasi belajar online dikembangkan dengan penyediaan fitur-fitur yang memudahkan dalam menjalani pembelajaran secara online.


Salah satu aplikasi yang memiliki fitur yang keren, user interface yang friendly, teruji, dan andal adalah aplikasi eStudy. Aplikasi ini menjadi salah satu solusi PJJ yang sangat recomended untuk digunakan. Dengan aplikasi-aplikasi tersebut anak-anak dimudahkan dalam pembelajaran.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar

Dunia gempar kedatangan virus yang mematikan. Berawal dari sebuah kota yang terdapat disebuah negara yang padat penduduknya. Kota Wuhan namanya, terletak di propinsi Hubei Tiongkok China. Virus ini terkenal dengan nama Covid-19, virus ini melanda kota Wuhan pada bulan desmber 2019 yang lalu. Asal muasal virus ini masih menjadi misteri sampai sekarang. Pada waktu itu warga wuhan panic dengan wabah yang mendera kotanya.


Karena korban yang berjatuhan tidak sedikit dan penularannya sangat cepat. Akibat dari wabah ini tidak hanya mempengaruhi sector ekonomi, melainkan juga mempengaruhi social dan psikologis warganya. Hal itu disebabkan pemutusan hubungan kontak antara manusia satu dengan manusia yang lain. Aktivitas masyarakat di batasi, tidak ada yang boleh keluar rumah, dan harus mematuhi prosedur kesehatan dengan ketat. Jika warganya menolak maka akan dipaksa oleh petugas ketika dia terdeteksi terkena virus untuk diisolasi kerumah sakit terdekat.


Wabah ini dinyatakan pandemic oleh WHO (World Healt Organisation), Badan kesehatan dunia pada tanggal 11 maret 2020. Karena virus ini penularannya oleh manusia yang terinfeksi, maka dengan cepat penularannya melalui kontak fisik. Sehingga ketika orang yang terinfeksi berinteraksi dengan orang lain maka orang tersebut dengan mudah akan terinfeksi. Kekacauan pun terjadi, masyarakat menjadi panic akan virus yang melanda. Kegiatan manusia, seperti pergi bekerja, berdagang dan bersekolah menjadi tertanggu. 


Tidak hanya aktivitas didalam negaranya saja melainkan aktivitas negara lain juga terganggu. Hubungan antar negara pun ikut merasakan dampak dari virus ini. Banyak bandara yang menutup penerbangan keluar negeri, terutama negara yang sedang terjangkit wabah. Keamaan diperketat dengan memeriksa orang yang hendak ke luar negeri. Masyarakat harus melaksanakan protocol kesehatan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun,  menggunakan masker dan tidak berkontak fisik. 
Beberapa negara memperketat kedatangan orang asing ke negaranya, misalkan dengan mewajibkan orang tersebut untuk periksa apakah dia terjangkit virus atau tidak. Setelah sampai dinegaranya pun harus dipantau dan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari.



Dampak yang diakibatkan oleh virus corona ini luar biasa, perekonomian dunia mengalami penurunan, banyak usahawan yang gulung tikar, pekerja banyak yang dirumahkan. Dampak ini tidak hanya pada negara-negara maju saja melainkan juga melanda negara berkembang dan negara miskin di dunia. Menurut data real time dari The GISAID Global Initiative on Sharing All Influenza Data (by Johns Hopkins CSSE), setidaknya 69 negara terus berjuang melawan ancaman virus corona. Dari 69 negara tersebut, per hari ini (Senin, 2 Maret 2020) nama Indonesia masuk ke dalam negara yang terjangkit virus corona. Pada awal masuknya COVID-19 hanya 2 orang warga Indonesia yang terjangkit virus ini, yaitu warga depok Jawa Barat. Seorang ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. 


Setelah ditelusuri ternyata dua warga ini sempat kontak dengan warga Jepang yang positif terinfeksi COVID-19, yang terrnyata baru terdeteksi setelah meninggalkan Indonesia.  Setelah kontak dengan warga jepang tersebut (NT) warga yang berusia 31 tahun mengalami batuk, sesak dan demam selama 10 hari. Karena tidak kunjung mereda NT memeriksakan dirinya ke RS Mitra Depok. Dokter mendiaknosa NT mengidap penyakit Brokopneumonia, salah satu jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. NT ditetapkan sebagai suspect virus corona Wuhan, karena kontak langsung dengan penderita covid-19. 


Setelah itu NT dirujuk ke RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso Depok walaupun dia sudah tidak demam lagi. Sampai di RSPI, NT dipriksa dokter kemudian diambil specimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum. Setelah itu baru dikirim ke Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). Sambil menunggu hasilnya, NT tetap berada dalam pengawasan. 
Selain itu ibunya NT sebut saja RH, juga di periksa di RSPI Sulianti Saroso. Sama seperti dengan NT pemeriksaannya. Menurut Mohammad Syahril selaku Direktur RSPI, baik NT maupun MD dalam keadaan yang baik.


Kondisi keduanya sadar penuh, tidak ada keluhan panas, tidak sesak napas, dan gejala batuknya pun juga berkurang. Di samping itu, tanda vital dari keduanya juga dalam keadaan normal. Mulai dari tensi darah, suhu, pernapasan, dan nadi. Setelah mereka dinyatakan suspect, rumah mereka disterilkan. Namun kasus tersebut diduga bukan kasus pertama. Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memprediksi virus Corona telah masuk ke Indonesia sejak minggu ke-3 Januari 2020. 


Pernyataan FKM UI didasarkan pada laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di salah satu daerah sejak minggu ke-3 Januari 2020. Laporan ODP ini dinilai sebagai bukti telah terjadi penularan Corona secara lokal. Dia menjelaskan pasien terinfeksi virus Corona bisa menularkan 2-3 orang lainnya dengan waktu penularan rata-rata selama 5 hari. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menekan laju pandemi Corona di Indonesia. 


Pada saat Wuhan jadi pandemi, covid-19 juga sudah menyebar ke Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia ini paling tinggi karena ada penerbangan langsung ke Wuhan, Medan, Denpasar, Jakarta, dan sebagainya. Jadi tidak mungkin Indonesia lepas dari pandemi ini," katanya. Dengan penularan yang tergolong cepat, secara otomotis Indonesia tidak terlepas dari virus corona saat wuhan menjadi pandemic. Saat ini Kasus Corona terkonfirmasi ada di 34 provinsi. Provinsi Gorontalo menjadi daerah terakhir yang mengkonfirmasi memiliki kasus COVID-19 pada Jumat (10/4). Dengan adanya kasus NT dan MD pemerintah segera mengambil langkah untuk mencegah penyebarluasannya. Langkah-langkah yang diambil pemerintah diantaranya dengan menambah vasilitas dibeberapa rumah sakit, melakukan pembatasan aktivitas masyarakat yaitu dengan berlakunya PSBB

Pandemi Covid 19


Gejala awal yang dialami oleh orang yang terjangkit virus adalah suhu badannya naik (demam), gangguan pernafasan, batuk pilek, sakit tenggorokan penciuman dan perasa terganggu (tidak dapat merasakan dan mencium bau), letih dan lesu. Ketika seseorang daya tahannya rendah maka virus akan dengan cepat menyerang orang tersebut. Apalagi jika seseorang itu mempunyai penyakit bawaan, seperti diabetes, darah tinggi, kanker, gangguan pernafsan maka virus akan cepat menerang daerah fital dikarenakan daya tubuh yang rendah. Selain itu  para orang tua juga rentan dengan virus ini. Kita bisa melakukan pencegahan awal dari virus ini dengan :

  1. Sering cuci tangan pakai sabun ketika habis dari luar atau memegang benda yang bisa jadi menjadi perantara virus.
  2. Gunakan masker atau facehield ketika batuk pilek atau keluar rumah.
  3. Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah terutama yang banyak mengandung vitamin C.
  4. Istirahat yang cukup serta rutin berolahraga. 
  5. Jaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain
  6. Bila batuk, pilek dan sesak nafas segera dating ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan pencegahan awal tersebut diharapkan dapat menekan laju perseberan virus dengan cepat. Karena dikhawatirkan jika persebaran melonjak tinggi dan tidak terkendali maka akan memenuhi rumah sakit yang fasilitasnya masih kurang, baik dari segi peralatan dan tenaga medisnya. Dan jika tidak tetangani secar cepat korban jiwa akan berjatuhan dengan jumlah yang banyak.


Daerah diwilayah Indonesia yang terkena terlebih dahulu, dan mobilisasi penduduknya tinggi yaitu wilayah daerah Jabodetabek. Wilayah ini seperti bogor, depok, Tangerang dan Bekasi adalah daerah yang dekat dengan ibukota negara, dimana aktifitas pemerintahan dan perekonomian berlangsung cukup ramai. Dengan adanya kasus warga yang terinveksi covid-19. Pemprov Jakarta melakukan tindakan cepat dengan memberlakukan PSBB. Dimana yang masuk dan keluar Jakarta dibatasi. Aktifitas masyarakat pun dibatasi dengan tidak keluar rumah bila tidak dalam keadaan mendesak. Warga dianjurkan tidak bepergian baik keluar kota maupun dalam kota.

Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Berawal dari anak-anakku yang semangat untuk belajar menulis. Saya pun terpacu untuk belajar menulis juga. MasyaaAllah ternyata menulis itu butuh konsentrasi dan tekad yang kuat. Anak pertamaku sudah mahir bermain di blog. Bloq saya pun jadi sasaran dia untuk eksperimen, kalau sudah tertarik mah semua dicoba. Setelah kakak hanif try dan error untuk ngoprek blognya, dia tulis semua apa yang pernah dia coba dalam bentuk tutorial. Amazing sekelas anak kelas 6 sd sudah tertarik dengan IT yang berkaitan dengan blog. Jangan lupa mampir ke blog my son  ya....link: hanifmuchtar.com


Saya aktif di blog karena tuntutan profesiku sebagai seorang guru. Dimasa pandemi covid-19 ini seorang guru dituntut untuk bisa menulis di blog. Tulisannya bisa apa aja, terutama tulisan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang berlangsung secara online. Blog ini sebagai salah satu media pembelajaran yang bisa diakses oleh siswa ketika mencari materi pembelajaran. 


Sampai saat ini saya juga belum secara rutin menulis di blog. Hanya satu dua kali saja materi yang saya share di blog ini. Anak laki-lakiku selalu mengompori untuk menulis di blog ini, "Ayo umi diisi blognya". Saya hanya menanggapi dengan senyuman dan berkelakar,"nanti dulu kak umi masih sibuk." Begitulah kakak hanif selalu mengingatkanku untuk menulis.


Motivasi untuk menulispun saya dapat dari kepala sekolah SDIT Darul Maza Bunda Hj. Rince Wiki Utami, S. Th. I, M. Pd. MasyaaAllah ditengah kesibukan beliau yang luar biasa masih mau belajar menulis di blog dan menelurkan hasil karyanya dalam bentuk buku. Proud of you Bunda, semoga diri ini bisa mengikuti jejakmu. Jangan lupa mampir juga ya di blog beliau, link:   https://gupres2020.blogspot.com/2021/02/wisuda-sekolah-diary-februari-2021-hari.html  


Saat ini saya juga sedang mengikuti pelatihan menulis lewat Whatsapp namanya KMK batch 12, kepanjangan dari Kelas Menulis Kreatif Edwrite 12. Dikelas ini kita belajar bagaimana cara menulis sebuah cerita baik fiksi maupun nonfiksi. Setiap hari kita ditantang untuk menulis 3 halaman word. Bagi saya itu perjuangan banget bisa menulis 3 halaman dalam satu hari dengan aktifitas berjibun. 


Pertama-tama kita dituntun untuk menulis keinginan menulis apa, konsekuensinya jika tidak berhasil menulis sehari 3 halaman. Kedua membuat kerangka menulis seperti judul, bab 1 tentang apa...bab2 tentang... terus sampai apa yang diinginkan. Ketiga menulis apa saja yang ada dalam pikiran, jangan dibaca ulang dan diedit terus saja menulis, seakan-akan besok adalah deadlinenya. 


Begitulah tips yang saya dapat semoga bisa juga diterapkan oleh teman-teman. Keep fighting to learn about writed.  Berkutnya saya akan menuliskan tentang belajar saya di KMK batch 12, dari awal sampai akhir. See you next my write
Share
Tweet
Pin
Share
1 Komentar

  Grade 4

Lesson 1

Recognize the use of "to be" in simple sentences


 Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh, how are you, Father / Mother? Hopefully Father / Mother will always be in good health. Today we are still doing learning activities from home (BDR). Please guide your father / mother to assist you in carrying out learning activities at home.

Father / Mother, don't forget to remind you to adhere to health protocols in carrying out every activity and always maintain cleanliness in the home environment to avoid the spread of the COVID-19 virus and dengue fever outbreaks. Thank you in advance.

Hello children, pious and pious mothers, how are you today? Have you showered, had breakfast and Duha prayer? Alhamdulillah, if so, even though the children are at home, they will still take care of their health and covid health protocols. Don't forget to wash your hands with soap and pour them under running water before and after doing activities. Wear a mask or face shield when leaving the house. Are you ready to study today? Let's start today's lesson by reading the prayer first, hopefully we will always be healthy and be given convenience in carrying out today's learning activities!

Ask for help from your father / mother to accompany Ananda during the learning activities! Don't forget to say 'please' when asking for help, say sorry if you made a mistake, and say thank you when you get help!

At this meeting we will discuss the use of "to be" (is, am, are) in a simple sentence. Do you know about using "to be" (is, am, are) in a simple sentence? The use of "to be" (is, am, are) in a simple sentence follows the subject word. In the subject she, he, it "to be" is "Is", for example:

1. She is a beautiful

2. He is a Teacher

3. It is a book

In the subject I to be is "Am", for example I am live in Jakarta.

In the subject We, You, They to be is "Are", for example;

1. We are together go to the school

2. You are always give to me chocolate

3. They are play together at garden

To find out the use of "to be ', let's look at the ppt and video at the following link!

link ppt : https://drive.google.com/file/d/12LQ6nPO_kHg3TLL04v5rkmdp2JUIqaTA/view?usp=sharing

link video : https://drive.google.com/file/d/1DkmshDrjX23wB8pq8070T-SkO04qLpHk/view?usp=sharing

After listening to the video above, Ananda must understand more about the use of "to be". Your job is to do the tasks in the printed book pages 4 and 5

Send the results of your work in the form of photos of your study results and upload them on the class google drive. Don't forget to tidy up your own study tools and thank your father / mother for accompanying Ananda to study at home today! Let's end today's home study activity with reading hamdalah and prayer after study. Thank you for your attention today, see you next distance learning. wassalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh.


Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar

 

Kelas 5
Tema 2 Udara Bersih Bagi Kesehatan
Subtema 1 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis kegiatan ekonomi dengan tepat.

      Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh, apa kabar Ayah/Bunda? Semoga Ayah/Bunda senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat. Pada hari ini kita masih melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah (BDR). Mohon bimbingan Ayah/Bunda untuk mendampingi ananda dalam melakukan aktivitas pembelajaran di rumah.


Ayah/Bunda jangan lupa untuk mengingatkan ananda untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan setiap aktivitas dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah agar terhindar dari penyebaran virus COVID-19 dan wabah demam berdarah. Terima kasih.


    Hallo anak-anak bunda yang soleh dan solehah, apa kabarnya hari ini? Apakah sudah mandi, sarapan dan sholat dhuha? Alhamdulillah jika sudah, anak-anak walau berada dirumah tetap jaga kesehatan dan protokol kesehatan covid ya. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan disiram dengan air yang mengalir saat sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Pakai masker atau face shield saat keluar rumah.  Sudah siap belajar hari ini? Mari kita awali pembelajaran hari ini dengan membaca doa terlebih dahulu, semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini!
    

Mintalah bantuan kepada ayah/bunda untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran ya! Jangan lupa ucapkan 'tolong' bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan!


    Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang jenis-jenis usaha perekonomia. Apakah ananda tahu apa itu jenis-jenis usaha ekonomi? Disekeliling kita sering kita temui aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya salah satunya adalah dibidang ekonomi. Manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kegiatan ekonomi tersebut beraneka ragam; diantaranya pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perdagangan, pertambangan.

    Untuk mengetahui jenis-jenis kegiatan ekonomi tersebut, kita simak yuk ppt dan video pada tautan berikut ini!

Link ppt : https://drive.google.com/file/d/15230MaxgyoDUnnCI7Z4y7nvTIjPg2zmM/view?usp=sharing
Link  ; https://drive.google.com/file/d/15230MaxgyoDUnnCI7Z4y7nvTIjPg2zmM/view?usp=sharing

link video : https://drive.google.com/file/d/1g9nmNzqjqhFwJ8GD4MHN0EpSKj1Tk1q-/view?usp=sharing   


   
Setelah menyimak video di atas, Ananda pasti lebih memahami tentang jenis-jenis kegiatan ekonomi . Tugas kalian adalah menjelaskan jenis-jenis kegiatan ekonomi berikut ini:

a. Tuliskan jenis usaha masyarakat berdasarkan sektor ekonomi

b. Tuliskan mata pencaharian dan jenis-jenis usaha masyarakat di Desa Parangteritis (berdasarkan bacaan dibuku)

c. Amati dan tentukan mata pencaharian masyarakat dan jenis-jenis usaha pada sektor ekonomi bidang jasa di wilayah tempat tinggalmu. Tuliskan pada tabel.
    
Kirim hasil pekerjaan kalian berupa foto hasil belajar dan mengunggahnya di google drive kelas. Jangan lupa rapikan alat-alat belajar kalian sendiri dan ucapkan terimakasih kepada Ayah/Bunda yang telah mendampingi Ananda belajar di rumah hari ini! Mari kita akhiri kegiatan belajar di rumah hari ini dengan membaca hamdalah dan doa sesudah belajar.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Newer Posts

About Me

About Me


   

Aku adalah seorang guru sekolah dasar swasta yang mengajar di Bekasi, dengan 3 orang anak. Sudah hampir 8 tahun lamanya aku menjadi seorang guru sekolah dasar. Sebelumnya aku mengajar di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan kurang lebih satu tahun lamanya di salah satu kota di pulau Sumatra..

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Postingan Populer

Blog Archive

  • ▼  2021 (6)
    • ▼  Maret (6)
      • Dampak Pandemi Covid 19 bagi Orang Tua
      • Dampak Pandemi Covid 19 bagi Anak
      • Di Balik Layar Pandemi Covid 19
      • Cerita Saya Belajar Menulis
      • BDR B. Inggris Kls 4 Lesson 1
      • BDR Kelas 5 Pekan 2 Bulan Agustus
About Me Contact Privacy Policy Disclaimer Sitemap

Copyright 2021 Yuniza | Created by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates