Di Balik Layar Pandemi Covid 19

by - Maret 10, 2021


Dunia gempar kedatangan virus yang mematikan. Berawal dari sebuah kota yang terdapat disebuah negara yang padat penduduknya. Kota Wuhan namanya, terletak di propinsi Hubei Tiongkok China. Virus ini terkenal dengan nama Covid-19, virus ini melanda kota Wuhan pada bulan desmber 2019 yang lalu. Asal muasal virus ini masih menjadi misteri sampai sekarang. Pada waktu itu warga wuhan panic dengan wabah yang mendera kotanya.


Karena korban yang berjatuhan tidak sedikit dan penularannya sangat cepat. Akibat dari wabah ini tidak hanya mempengaruhi sector ekonomi, melainkan juga mempengaruhi social dan psikologis warganya. Hal itu disebabkan pemutusan hubungan kontak antara manusia satu dengan manusia yang lain. Aktivitas masyarakat di batasi, tidak ada yang boleh keluar rumah, dan harus mematuhi prosedur kesehatan dengan ketat. Jika warganya menolak maka akan dipaksa oleh petugas ketika dia terdeteksi terkena virus untuk diisolasi kerumah sakit terdekat.


Wabah ini dinyatakan pandemic oleh WHO (World Healt Organisation), Badan kesehatan dunia pada tanggal 11 maret 2020. Karena virus ini penularannya oleh manusia yang terinfeksi, maka dengan cepat penularannya melalui kontak fisik. Sehingga ketika orang yang terinfeksi berinteraksi dengan orang lain maka orang tersebut dengan mudah akan terinfeksi. Kekacauan pun terjadi, masyarakat menjadi panic akan virus yang melanda. Kegiatan manusia, seperti pergi bekerja, berdagang dan bersekolah menjadi tertanggu. 


Tidak hanya aktivitas didalam negaranya saja melainkan aktivitas negara lain juga terganggu. Hubungan antar negara pun ikut merasakan dampak dari virus ini. Banyak bandara yang menutup penerbangan keluar negeri, terutama negara yang sedang terjangkit wabah. Keamaan diperketat dengan memeriksa orang yang hendak ke luar negeri. Masyarakat harus melaksanakan protocol kesehatan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun,  menggunakan masker dan tidak berkontak fisik. 
Beberapa negara memperketat kedatangan orang asing ke negaranya, misalkan dengan mewajibkan orang tersebut untuk periksa apakah dia terjangkit virus atau tidak. Setelah sampai dinegaranya pun harus dipantau dan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari.



Dampak yang diakibatkan oleh virus corona ini luar biasa, perekonomian dunia mengalami penurunan, banyak usahawan yang gulung tikar, pekerja banyak yang dirumahkan. Dampak ini tidak hanya pada negara-negara maju saja melainkan juga melanda negara berkembang dan negara miskin di dunia. Menurut data real time dari The GISAID Global Initiative on Sharing All Influenza Data (by Johns Hopkins CSSE), setidaknya 69 negara terus berjuang melawan ancaman virus corona. Dari 69 negara tersebut, per hari ini (Senin, 2 Maret 2020) nama Indonesia masuk ke dalam negara yang terjangkit virus corona. Pada awal masuknya COVID-19 hanya 2 orang warga Indonesia yang terjangkit virus ini, yaitu warga depok Jawa Barat. Seorang ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. 


Setelah ditelusuri ternyata dua warga ini sempat kontak dengan warga Jepang yang positif terinfeksi COVID-19, yang terrnyata baru terdeteksi setelah meninggalkan Indonesia.  Setelah kontak dengan warga jepang tersebut (NT) warga yang berusia 31 tahun mengalami batuk, sesak dan demam selama 10 hari. Karena tidak kunjung mereda NT memeriksakan dirinya ke RS Mitra Depok. Dokter mendiaknosa NT mengidap penyakit Brokopneumonia, salah satu jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. NT ditetapkan sebagai suspect virus corona Wuhan, karena kontak langsung dengan penderita covid-19. 


Setelah itu NT dirujuk ke RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso Depok walaupun dia sudah tidak demam lagi. Sampai di RSPI, NT dipriksa dokter kemudian diambil specimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum. Setelah itu baru dikirim ke Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). Sambil menunggu hasilnya, NT tetap berada dalam pengawasan. 
Selain itu ibunya NT sebut saja RH, juga di periksa di RSPI Sulianti Saroso. Sama seperti dengan NT pemeriksaannya. Menurut Mohammad Syahril selaku Direktur RSPI, baik NT maupun MD dalam keadaan yang baik.


Kondisi keduanya sadar penuh, tidak ada keluhan panas, tidak sesak napas, dan gejala batuknya pun juga berkurang. Di samping itu, tanda vital dari keduanya juga dalam keadaan normal. Mulai dari tensi darah, suhu, pernapasan, dan nadi. Setelah mereka dinyatakan suspect, rumah mereka disterilkan. Namun kasus tersebut diduga bukan kasus pertama. Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memprediksi virus Corona telah masuk ke Indonesia sejak minggu ke-3 Januari 2020. 


Pernyataan FKM UI didasarkan pada laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di salah satu daerah sejak minggu ke-3 Januari 2020. Laporan ODP ini dinilai sebagai bukti telah terjadi penularan Corona secara lokal. Dia menjelaskan pasien terinfeksi virus Corona bisa menularkan 2-3 orang lainnya dengan waktu penularan rata-rata selama 5 hari. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menekan laju pandemi Corona di Indonesia. 


Pada saat Wuhan jadi pandemi, covid-19 juga sudah menyebar ke Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia ini paling tinggi karena ada penerbangan langsung ke Wuhan, Medan, Denpasar, Jakarta, dan sebagainya. Jadi tidak mungkin Indonesia lepas dari pandemi ini," katanya. Dengan penularan yang tergolong cepat, secara otomotis Indonesia tidak terlepas dari virus corona saat wuhan menjadi pandemic. Saat ini Kasus Corona terkonfirmasi ada di 34 provinsi. Provinsi Gorontalo menjadi daerah terakhir yang mengkonfirmasi memiliki kasus COVID-19 pada Jumat (10/4). Dengan adanya kasus NT dan MD pemerintah segera mengambil langkah untuk mencegah penyebarluasannya. Langkah-langkah yang diambil pemerintah diantaranya dengan menambah vasilitas dibeberapa rumah sakit, melakukan pembatasan aktivitas masyarakat yaitu dengan berlakunya PSBB

Pandemi Covid 19


Gejala awal yang dialami oleh orang yang terjangkit virus adalah suhu badannya naik (demam), gangguan pernafasan, batuk pilek, sakit tenggorokan penciuman dan perasa terganggu (tidak dapat merasakan dan mencium bau), letih dan lesu. Ketika seseorang daya tahannya rendah maka virus akan dengan cepat menyerang orang tersebut. Apalagi jika seseorang itu mempunyai penyakit bawaan, seperti diabetes, darah tinggi, kanker, gangguan pernafsan maka virus akan cepat menerang daerah fital dikarenakan daya tubuh yang rendah. Selain itu  para orang tua juga rentan dengan virus ini. Kita bisa melakukan pencegahan awal dari virus ini dengan :

  1. Sering cuci tangan pakai sabun ketika habis dari luar atau memegang benda yang bisa jadi menjadi perantara virus.
  2. Gunakan masker atau facehield ketika batuk pilek atau keluar rumah.
  3. Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah terutama yang banyak mengandung vitamin C.
  4. Istirahat yang cukup serta rutin berolahraga. 
  5. Jaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain
  6. Bila batuk, pilek dan sesak nafas segera dating ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan pencegahan awal tersebut diharapkan dapat menekan laju perseberan virus dengan cepat. Karena dikhawatirkan jika persebaran melonjak tinggi dan tidak terkendali maka akan memenuhi rumah sakit yang fasilitasnya masih kurang, baik dari segi peralatan dan tenaga medisnya. Dan jika tidak tetangani secar cepat korban jiwa akan berjatuhan dengan jumlah yang banyak.


Daerah diwilayah Indonesia yang terkena terlebih dahulu, dan mobilisasi penduduknya tinggi yaitu wilayah daerah Jabodetabek. Wilayah ini seperti bogor, depok, Tangerang dan Bekasi adalah daerah yang dekat dengan ibukota negara, dimana aktifitas pemerintahan dan perekonomian berlangsung cukup ramai. Dengan adanya kasus warga yang terinveksi covid-19. Pemprov Jakarta melakukan tindakan cepat dengan memberlakukan PSBB. Dimana yang masuk dan keluar Jakarta dibatasi. Aktifitas masyarakat pun dibatasi dengan tidak keluar rumah bila tidak dalam keadaan mendesak. Warga dianjurkan tidak bepergian baik keluar kota maupun dalam kota.

You May Also Like

0 Komentar